Hasil Karya Tulis Riset MALAKA
Mangrove
Analisis Kondisi Kerapatan Mangrove di Pulau Tunda
Isu pencemaran semakin meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas manusia, salah satunya berupa makro debris—sampah berukuran besar—yang banyak terakumulasi di ekosistem mangrove. Mangrove memiliki morfologi akar unik yang mampu menjebak sedimen dan sampah, namun akumulasi makro debris dapat menumpuk dan berdampak negatif pada pertumbuhan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kerapatan makro debris dengan kerapatan vegetasi mangrove di Pulau Tunda menggunakan analisis regresi linier sederhana.
Makro Debris Pada Ekosistem Mangrove dan Pengaruhnya Terhadap Vegetasi Mangrove di Pulau Kelapa Dua
Mangrove memegang peran krusial dalam menyerap karbon, melindungi garis pantai, dan mendukung keanekaragaman hayati pesisir. Namun, akumulasi makro debris—terutama plastik dan sampah organik—pada akar dan sedimen dapat mengganggu regenerasi dan pertumbuhan mangrove. Studi ini bertujuan mengukur tekanan ekologis makro debris di Pulau Kelapa Dua dan menganalisis hubungan kuantitas debris dengan kerapatan vegetasi mangrove.
Kondisi Ekosistem Mangrove Hasil Rehabilitasi dan Kaitannya dengan Keanekaragaman Hewan Asosiasi Mangrove di Pulau Kelapa Dua
Mangrove hasil rehabilitasi berperan penting dalam memulihkan fungsi ekosistem pantai, seperti penyerapan karbon, perlindungan garis pantai, dan penyediaan habitat bagi fauna asosiasi. Namun, analisis korelasi menunjukkan hubungan sangat lemah antara kerapatan vegetasi mangrove dan jumlah individu hewan asosiasi. Studi ini bertujuan mengevaluasi kondisi ekosistem mangrove hasil rehabilitasi di Pulau Kelapa Dua dan menganalisis kaitannya dengan keanekaragaman hewan asosiasi mangrove
Analisis Sebaran Dan Sumber Pencemaran Sampah Pada Ekosistem Mangrove Mayor Dan Minor di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
Mangrove memainkan peran penting dalam mengatur ketinggian air, mencegah polusi, dan menyediakan makanan sebelum mencapai pantai. Di Pulau Pramuka, 60% air berasal dari sumber air domestik dan 40% dari kegiatan perikanan dan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode klasifikasi untuk kedua jenis mangrove, mengidentifikasi dan mengkategorikan sumber daya air, dan membandingkan karakteristiknya.
Lamun
Hubungan Kerapatan Lamun Dan Kelimpahan Makrozoobentos di Pantai Sanur, Bali
Padang lamun di Pantai Semawang Sanur berperan penting sebagai habitat, tempat pemijahan, dan sumber pakan bagi makrozoobentos serta mendukung kestabilan ekosistem pesisir. Analisis memperlihatkan hubungan negatif antara keanekaragaman makrozoobentos dan kerapatan lamun, dengan total kerapatan lamun 362 ind/m² tergolong sangat rapat dan keanekaragaman makrozoobentos kategori sedang. Studi ini bertujuan menguji hubungan antara kerapatan lamun dan kelimpahan makrozoobentos di Pantai Sanur, Bali menggunakan transek kuadran dan analisis regresi linier sederhana.
Analisis Pengaruh dan Keanekaragaman Hewan Asosiasi terhadap Ekosistem Lamun di Pulau Kelapa Dua
Padang lamun di Pulau Kelapa Dua berfungsi sebagai produsen primer, habitat, sumber pakan, dan tempat pemijahan bagi beragam hewan asosiasi. Survei menunjukkan persentase penutupan lamun hanya 22,05 %–24,56 % (kategori miskin) dengan indeks keanekaragaman hewan asosiasi Shannon-Wiener di Stasiun 1 dan Stasiun 2 berstatus sedang melimpah. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh dan keanekaragaman hewan asosiasi terhadap kondisi ekosistem lamun di Pulau Kelapa Dua menggunakan metode survei transek dan indeks H′.
Analisis Struktur Komunitas Lamun Dan Kualitas Air Di Pulau Kelapa Dua
Padang lamun di Pulau Kelapa Dua berperan penting sebagai habitat, produsen primer, penahan sedimen, dan sumber nutrien bagi ekosistem pesisir. Analisis hasil pengolahan data menunjukkan tutupan lamun tergolong miskin (6,19 %–19,26 %), keanekaragaman rendah, dominansi tinggi, serta hubungan sangat kuat antara parameter kualitas air (pH, salinitas, suhu, DO) dan persentase tutupan lamun. Studi ini bertujuan menganalisis struktur komunitas lamun dan keterkaitannya dengan kualitas air di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu
Analisis Pengaruh Kualitas Air Dan Kondisi Lamun Terhadap Hewan Asosiasi Lamun di Pulau Pramuka
Padang lamun di Pulau Pramuka berperan penting sebagai habitat, produsen primer, dan tempat berlindung bagi beragam hewan asosiasi laut. Namun, dampak variasi parameter kualitas air dan kondisi padang lamun terhadap keanekaragaman dan kelimpahan hewan asosiasi di lokasi ini masih kurang dipahami. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas air dan kondisi lamun terhadap keanekaragaman serta kelimpahan hewan asosiasi lamun di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
Terumbu Karang
Hubungan Kelimpahan Makrozoobentos dan Tutupan Terumbu Karang di Pulau Buton
Terumbu karang di Pulau Buton memegang peran krusial sebagai pelindung pantai dari abrasi, penopang keanekaragaman hayati laut, dan sumber daya perikanan penting bagi masyarakat. Namun, hubungan antara kelimpahan makrozoobentos—seperti Drupella cornus dan Holothurian sp. dengan persentase tutupan terumbu karang menunjukkan variasi dari sangat lemah hingga cukup kuat . Studi ini bertujuan mengetahui kondisi tutupan terumbu karang, mengukur kelimpahan makrozoobentos, dan menganalisis kaitan antara kelimpahan makrozoobentos dengan tutupan terumbu karang di Pulau Buton.
Analisis Keragaman dan Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Pulau Kelapa Dua
Terumbu karang memegang peran krusial sebagai feed ground, spawning ground, nursery ground, dan shelter bagi biota laut sekaligus penyedia sumber daya ikan dan potensi wisata bahari. Namun, kondisi terumbu karang di beberapa wilayah Kepulauan Seribu—termasuk Pulau Panjang—tergolong rusak sedang hingga berat, sementara Pulau Kelapa Dua yang padat penduduk dan terhubung dengan aliran perairan Jakarta rentan terhadap sedimentasi, pencemaran, dan tekanan antropogenik. Studi ini bertujuan mengukur keragaman terumbu karang, persentase tutupan hidup, dan kondisi kesehatan terumbu karang Pulau Kelapa Dua dalam kaitannya dengan parameter fisika-kimia perairan.
Hubungan Tutupan Karang Terhadap Kelimpahan Ikan Karang Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu
Terumbu karang memegang peran krusial sebagai feeding ground, spawning ground, nursery ground, dan shelter bagi beragam biota laut serta menyokong sumber daya perikanan dan ekowisata. Namun, hubungan antara persentase tutupan karang dan kelimpahan ikan karang di perairan Pulau Kelapa Dua masih belum dipahami secara menyeluruh, dengan sedikit penelitian yang secara langsung menganalisis korelasi kedua variabel ini. Studi ini bertujuan mengukur kondisi tutupan terumbu karang, menentukan kelimpahan ikan karang, dan menganalisis kaitan antara tutupan karang dan kelimpahan ikan karang di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu.
Analisis Kerusakan Terumbu Karang Akibat Sampah Plastik Di Pulau Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu
Terumbu karang memegang peran krusial sebagai ekosistem perairan yang menyediakan habitat beragam organisme, mendukung pariwisata bahari, sumber pangan, dan melindungi garis pantai dari abrasi. Namun, sampah plastik yang terakumulasi di sekitar terumbu dapat menyebabkan luka, penjeratan, dan patahan struktur karang, memperparah kerusakan ekosistem terumbu di Pulau Pramuka. Studi ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan terumbu karang akibat sampah plastik, mengidentifikasi jenis dan sumber sampah plastik, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kondisi terumbu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.